Ada beberapa Hadits yang menerangkan tentang hal ini :
- Hadits pertama
عَنْ
صَفْوَانَ قَالَ حَدَّثَنِى اْلمَشِيْخَةُ اَنَّهُمْ حَضَرُوْا غُضَيْفَ بْنَ
اْلحَارِثِ الثّمَالِيَّ حِيْنَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ. فَقَالَ: هَلْ مِنْكُمْ اَحَدٌ
يَقْرَأُ يس؟ قَالَ: فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُوْنِىُّ. فَلَمَّا
بَلَغَ اَرْبَعِيْنَ مِنْهَا قُبِضَ قَالَ: فَكَانَ اْلمَشِيْخَةُ يَقُوْلُوْنَ:
اِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ اْلمَيّتِ خُفّفَ عَنْهُ بِهَا، قَالَ صَفْوَانُ وَ
قَرَأَهَا عِيْسَى بْنُ اْلمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ.
احمد 6: 40، رقم: 16966
Adapun
sanad hadits ini adalah sebagai berikut :
Ghudlaif
bin Harits --- Al-Masyikhah (para guru) --- Shafwan --- Abul Mughirah ---
Ahmad.
Riwayat
ini dla ’if,
disamping bukan sabda Nabi SAW, riwayat ini diceritakan oleh Shafwan dari para
guru yang tidak dijelaskan namanya. Tentu saja tidak dapat dijadikan hujjah.
- Hadits kedua
عَنْ
شُرَيْحٍ عَنْ اَبِى الدَّرْدَاءِ وَ اَبِى ذَرّ قَالاَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص:
مَا مِنْ مَيّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ يس اِلاَّ هَوَّنَ اللهُ عَزَّ وَ
جَلَّ عَلَيْهِ.
صاحب الفردوس
Dari
Syuraih, dari Abud Darda’
dan Abu Dzarr, keduanya berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah
orang yang akan meninggal, lalu dibacakan
surat
Yaasiin disampingnya, melainkan Allah ‘Azza
wa Jalla meringankannya. [Shahibul
Firdaus]
Adapun
sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi
SAW --- Abud Dardaa’
dan Abu Dzarr --- Syuraih --- Shafwan bin ‘Amr
--- Marwan bin Salim --- Shaahibul Firdaus.
Hadits
ini dlaif , karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad
bin Salim.
Tentang Muhammad bin Salim :
Ahmad
bin Hanbal berkata “Dia
laisa bitsiqat”
Al-‘Uqailiy
dan Nasaiy juga berkata seperti itu.
Di
tempat lain Nasaiy berkata, “Dia
matruukul hadits”.
Bukhari
dan Muslim berkata, “Dia
munkarul hadits”
Abu
Hatim berkata, “Dia
munkarul hadits jiddan, dla’iful
hadits, laisa lahu haditsun qaaimun”.
Daruquthni
berkata, “Dia
matruukul hadits”.
As-Saajii
berkata, “Ia
kadzdzaab, yadla’ul
hadits”. [Tahdzibut Tahdzib juz 10, hal. 84, no. 172]
Kesimpulan
2 Hadits diatas adalah Hadits yang sering digunakan sebagai dasar Membaca Yasin disisi orang yang akan meninggal, tetapi sebenarnya ada 6 Hadits yang menerangkan tentang hal ini (4 hadits tidak saya tulis karena isinya hampir sama dengan hadits kedua yang saya tulis diatas) dan ke-6 hadits itu kedudukannya dlaif semua.
Gimana? Sekarang sobat sudah tau kan kalau sebenarnya Hadits membaca Yasin disisi orang yang akan meninggal itu dlaif semua?? maka sebaiknya sobat tidak usah lagi datang ke acara Yasinan karena Hadits dlaif tidak bisa dijadikan dasar, kecuali sobat sudah menemukan Hadits shahih yang menerangkan tentang hal ini.
Wallahu a'lam
- Sumber materi : Brosur Jihad Pagi MTA "KEDUDUKAN HADITS-HADITS FADLILAH YAASIIN (ke-3)" Ahad, 27 Januari 2008
- Sumber gambar/ilustrasi : http://www.dakta.com/wp-content/uploads/2014/06/alquraan-cahaya-umat.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar